mendayu indah diatas tanah hijau mempesona
seakan sebuah cahaya pada kegelapan malam
yang menyinari sekeliling hijaunya dunia
segumpal merah dalam dadaku
bertajuk sapa dalam suka
yakni hadirnya dirinya didalam lerung jiwaku
seakan hitam diatas putih
bertahun - tahun ku menopang diri di dunia
tak mungkin hilang walau hanya 1 kabar
tentang keadaan dunia
begitu pula tentang cinta
ya, itulah anugrah dari Yang maha kuasa
terhadap makhlukNya hingga singapun demikian
1 kata namun dapat mengguncang dunia
sekali lagi...... itulah cinta
begitu pula denganku.
yang hanya manusia biasa..
hingga tak kusangka cinta menghampiriku
terhadap dirinya yang kukagumi
dengan agama yang ada padanya
ketika ku jatuh cinta...
serasa hati dihujani embun
setitik demi setitik
hingga sejuk hatiku dibuatnya
memanglah demikian
sebuah fitroh diri manusia
yang memiliki sebuah rasa
terhadap lawan jenisnya
namun....
ku tak katakan padanya "aku cinta padamu"
dan ku tak menyentuhnya dengan sentuhan kasih
serta tak mengajaknya pergi pada suatu kenistaan
kenapa???
bukan karena ku malu
atau karena ku tidak jantan
tetapi karena ku tak ingin,
kita jatuh pada lembah kebinasaan
mungkin dalam diam
ku sembunyikan rasa ini
rasa yang begitu melekat pada hati
seakan sebuah tanaman paku pada inangnya
walau kecemasan sering melanda
ku hanya bia pasrah padaNya
sebab Dialah yang maha tahu
akan kemashlahatan bagi hambaNya
jikalau memang kau ditaqdirkan sebagai bidadari ku
kelak suatu saat pasti kan bertemu
pada suatu waktu
dimana kita kan bahagia bersama
diatas hangatnya kursi pelaminan
tanpa status "pacaran"
kupersembahkan cinta yang sesungguhnya
yakni kesucian, serta ketulusan
hingga hati kita
tetap berwarna putih berkilau
aku tak tahu
apakah ia sadar atau tidak
bahwa ini adalah isi hatiku
yang padaNya ku mengadu